Selasa, 16 Februari 2016

Langit yang Menyatu

16 Februari 20156

/s e t e l a h s e k i a n l a a a a m a/

Saya akan post lagi. Kali ini karya singkat yang diciptakan beberapa tahun yang lalu dengan tidak sengaja.
Banyak kekurangan di sana sini, tapi biarlah.
Selamat membaca:)


LANGIT YANG MENYATU


“ bukk..!. “ suara itu menghentikan sejenak langkah kecil Aga. Tanpa sadar dan spontan kepalanya menengok ke belakang, asal suara itu. Dilihatnya seorang yang asing di matanya. Aga mendekat, dan mengambil beberapa buku yang terjatuh itu dengan maksud membantu. Di sela- sela jatuhnya buku itu terlihat sebuah origami kertas yang berbentuk perahu. Aga lalu memberikan buku itu ke pemiliknya dan bermaksud mengajak berkenalan. Ditanya nya tentang perempuan asing itu. Jawaban yang didapatnya adalah perempuan itu bernama Achyan. Achyan adalah orang baru di wilayah tempat tinggal Aga. Perempuan berdarah Jepang itu adalah seorang dengan hobi yang sama dengan Aga, yaitu membaca dan mengoleksi buku.
Dirumah, entah kenapa Aga memikirkan Achyan. Dia tak memikirkan tentang diri Achyan, tapi justru ia memperhatikan perahu kertas Achyan yang tadi jatuh di sela buku- buku Achyan. Sebuah perahu sederhana dari kertas berwarna biru air yang dirasakannya dibuat oleh Achyan dengan setiap lipatan yang rapi dan teliti. Aga semakin penasaran dengan Achyan, dan sepertinya dia semakin ingin tahu Achyan lebih dalam dan menjadi sahabatnya.
Pagi ini, seperti biasa, Aga lakukan kebiasaannya setiap pagi, yaitu berjalan- jalan di kompleks perumahan dengan sebuah buku berjudul “ We Are One”. Ditengah perjalanan, tak disangka olehnya ia akan bertemu lagi dengan Achyan yang juga membawa buku . tapi berjudul “ New Friend”. Mereka lalu memutuskan untuk melewati pagi bersama. Mereka berlari, bertukar buku, dan membeli susu bersama. 

Hari ini, Aga dan Achyan berencana untuk pergi ke toko buku. Aga berencana akan membeli buku terbaru karya Rialita Asmara. Achyan hanya ingin membeli sepaket kertas origami. Mereka hanya berjalan kaki karena toko buku di kompleks tidak terlalu jauh. Di perjalanan, tiba- tiba ponsel Achyan berbunyi

“ Ting,.. Ting,.. Ting ting ting.. “

Achyan lalu menerima panggilan itu, dan satelah beberapa saat, ponselnya jatuh ke tanah dan Aga pun melihat wajah Achyan yang tidak seceria sebelumnya. Perlahan air mata Achyan jatuh dan membasahi bajunya, dan suara tangis kacil pun terdengar. Aga segera berusaha menenangkan Achyan dan mencoba menghapus air matanya. Setelah Achyan lebih tenang perlahan Aga mulai menanyai mengapa Achyan menangis. Ternyata orang yang menelepon Achyan adalah Paman Mario, adik kandung papanya Achyan. Dia mengabarkan bahwa papa Achyan mengalami kecelakaan kapal laut dan besok adalah hari pemakaman papa Achyan. Dengan terpaksa mereka membatalkan rencana mereka sampai keadaan kembali baik. Aga lalu mengantar Achyan pulang ke rumahnya. Karena papa Achyan berada di Jepang dan akan dimakamkan di sana, tentu malam ini Achyan harus pergi ke Jepang. Kesedihan Achyan bertambah lagi karena Aga tidak bisa mengantar Achyan pergi ke bandara.
Di pesawat, hanya ada dua benda yang seolah mengendalikan perasaan Achyan. Hanya foto papanya yang selalu membuatnya meneteskan air mata dan sebuah perahu kertas kecil buatan Aga yang sedikit memunculkan senyumnya saat teringat Aga. Tapi Achyan berusaha untuk tetap tegar karena teringat kata Aga bahwa Tuhan tidak akan memberikan ujian pada Makhluk-Nya bila makhluk-Nya tak dapat mengatasinya.
Di Jepang, di rumah Achyan sudah tersiapkan semua kebutuhan untuk pemakaman papa Achyan tentu dengan adat Jepang. Dan saat di sana tak sedikit orang dan tetangga Achyan yang masih mengenalinya , memeluk Achyan seraya berkata

“はいお悔やみ、Achyan” [Okuyami wa i, Achyan ( turut berduka cita ya, Achyan ) ]
“はい、ありがとうございます” [Hai, arigatōgozaimasu ( iya, terima kasih ) ]
Tiga mingu sudah berlalu. Aga terus menunggu kedatangan Achyan kembali ke Indonesia. Aga terus mengkhawatirkan Achyan . karena selama Achyan di Jepang Achyan tak pernah mengabarkan apapun pada Aga baik lewat surat maupun ponselnya. Suatu malam, karena terlalu memikirkan Achyan , sampai sampai Achyan muncul di mimpi Aga. Mimpi Aga adalah mimipi buruk!! Aga memimpikan Achyan mati dibunuh oleh orang saat perjalanan kembali ke Indonesia. Di mimpi itu, orang yang membunuh Achyan sama dengan orang yang mencelakai kapal yang ditumpangi papa Achyan. Karena khawatir dengan keadaan Achyan, Aga lalu berusaha untuk tetap menyambung kontak dengan Achyan.

Setelah berpikir beberapa lama, Aga lalu memutuskan jalur internet, lebih tepatnya E-mail. Akunnya lalu terbuka, dan setelah dicari- cari akun Achyan , akhirnya akun Achyan ketemu juga. Aga lalu mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Achyan. Namun, setelah dicoba untuk dikirim, tapi server tak dapat mengirim.

“Mengapa pesan ini tak dapat dikirim?” pikirnya dalam hati.

Tiba- tiba, notifikasi pesan baru di akun Aga bertambah 1. Setelah dibuka, pesan itu adalah pesan dari Achyan. Pesan itu berisikan pesan dari Achyan supaya Aga tidak mencemaskan dirinya.
Setelah dicari- cari alasannya beberapa saat, Aga lalu menemukan penyebabnya. Ternyata Aga dan Achyan tadi mengirim pesaan mereka bersamaan, sehingga kedua pesan tersebut tak dapat terkirim sampai salah satu menghentikan pengiriman. Setelah mereka bertanya- tanya dan saling menjawwab, ternyata mimpi Aga benar, Achyan tak bisa kembali ke Indonesia karena teror orang yang mencelakai papa Achyan. Dengan rasa terpaksa yang saling menghantui hati dan jiwa satu sama lain, Aga dan Achyan harus terpisahkan. Achyan harus tinggal di Jepang bersama keluarganya. Aga dan Achyan menitikkan air matanya yang sepertinya tak ingin menetes. Setelah beberapa hari, entah mengapa Aga teringat akan sebuah perahu dari kertas milik Achyan. Dari matanya, Achyan memang terlihat sangat menyukai origami, kesenian khas Jepang, terutama yang berbentuk perahu. Aga lalu berpikr, jika dia tak bisa lagi bertemu Achyan, setidaknya dia masih bisa membuat Achyan bahagia. Aga lalu membuat 21 buah origami perahu untuk dikirimkan kepada Achyan.

Setelah Achyan menerima origami perahu dari Aga dan membaca surat dari Aga, senyuman kecil nan manis mulai terlihat di bibir Achyan. Ia lalu mengirimkan pesan E-mail kepada Aga, entah pesan itu terbaca oleh Aga ataupun tidak, yang penting sekarang Achyan berusaha untuk melanjutkan hidupnya tanpa Aga. Dan ia juga yakin bahwa Aga juga akan tegar tanpa dirinnya.

Kini sepasang sahabat yang bernama Aga dan Achyan telah menjadi sahabat yang melayang- layang di antara langit Jepang dan Indonesia. Namun dibalik itu semua, mereka yakin Tuhan memiliki rencana lain yang lebih baik untuk kehidupan mereka yang selanjutnya.

tamat

Kamis, 22 Januari 2015

Our Life is Always Awesome


Our Life is Always Awesome ~

Hidup ini ga pernah jalan gitu aja, jalan kaya apa yang kita pengen, kaya apa yang kita mau. Hidup bakal terus nemuin yang namanya masalah. yah lagipula, hidup ini gaakan seru kalo tanpa masalah. So, how you respond it? Hidupku istimewa guys, yah ini menurutku. Mungkin, ya atau memang, hidupku selayaknya orang di luar sana. penuh rintangan. Kadang aku lelah, aku capek, dan aku ngga tau harus ngapain. Dan saat itu, aku cuma pengen diam, menutup mata, memimpikan kebahagiaan berderai di balik tirai di tepiku. Menghiburku, menceritakan kisah perjalanan yang menyenangkan. Saat sang putri harus menempuh perjalanan panjang yang menyulitkan demi menemukan kebahagiaan nya yang sesungguhnya. Just look up on the rain, if you look down, it just want to down you, down, down, and down. Perjalanan yang sama seperti hidupnya, dengan taman bunga dan sungai. Atau bahkan dengan jembatan di atas sungai yang tak seindah saat tampak dari kejauhan. Dan kemudian, suatu saat, sang putri menemukan air terjun kebahagiaannya. Butir butir air yang menyejukkannya. Terusap pada kelelahannya. Membangunkanku dari istirahatku. yeah, you know? she find her happiness. So, once again..
— When it rains, just look up, rather than down. cause Without the rain, there would be no Rainbow —